https://stackpath.bootstrapcdn.com/font-awesome/4.7.0/css/font-awesome.min.css

Goyang-goyang Mobil Saat Isi BMM ternyata Rawan Bahaya

Kebiasaan sebagian orang yang masih sering dilakukan ialah menggoyang-goyangkan mobil saat isi bensin. Dengan menggoyangkan mobil, diharapkan setiap celah yang kosong dalam tangki akan terisi oleh BBM.

Padahal, trik seperti itu sangat keliru karena tidak sesuai dengan hukum fisika. BBM merupakan benda cair yang secara otomatis akan mengisi setiap celah kosong dalam wadahnya, yang dalam hal ini tangki BBM.

Paimin, Kepala SPBU Pertamina MT Haryono, mengatakan, menggoyang-goyangkan mobil saat pengisian BBM justru meningkatkan kemungkinan terjadinya gesekan antara nozel dengan lubang BBM. VW combi terbakar saat mengisi bahan bakar di Banyuwangi Kamis.(24/11/2016).

"Di sisi lain ujung nozel terbuat dari besi atau baja, dikhawatirkan kalau digoyang-goyang justru terjadi gesekan. Sebab, di lubang tutup tangki di ujungnya kan juga berbahan pelat," katanya kepada Kompas.com, Senin (20/1/2020).

Paimin menjelaskan, gesekan sekecil apa pun bisa memicu adanya listrik statis. Jika terjadi listrik statis maka dapat memicu terjadinya api, yang merupakan hal paling dihindari di SPBU.

"Takutnya terjadi listrik statis tadi. Karena itu, dalam mengisi bensin biasanya kita angkat sedikit nozelnya, jadi tidak menyentuh langsung atau istilahnya tidak ada bonding pada nozel dengan lubang tangki," katanya.

Menurut Dadi Hendriadi, General Manager Technical Service PT Toyota Atra Motor, belum ada yang membuktikan kalau dengan menggoyang goyang mobil, isi bensin jadi lebih banyak. Karena itu tujuan mengapa orang menggoyang mobilnya.

Dadi melanjutkan, mobil saat ini sudah dilengkapi sistem ventilasi pada lubang pengisian BBM-nya. Di mana ini memungkinkan udara yang ada di dalam tangki akan keluar dengan sendirinya seiring dengan dimasukkannya BBM tersebut.

“Tidak akan akan ada bedanya mobil yang saat diisi BBM dengan digoyang-goyang atau tidak. Kemudian, melakukan kegiatan tersebut, juga tidak ada efek negatifnya,” tutur Dadi.(*)

Kota Padang, Sumatera Barat

Kontak PadangOto :
Whatsapp Telepon Kirim SMS